Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

IPM MU’ALLIMIN MEMBUMIKAN TEOLOGI AL MA’UN

Musim kemarau yang berkepanjangan pada tahun ini menyebabkan warga di banyak daerah di Indonesia, khususnya di beberapa tempat di Yogyakarta, kesulitan mendapatkan air bersih. Persoalan tersebut berdampak serius pada mata pencaharian warga yang sebagian besar menggantungkan hidup di sektor pertanian dan peternakan. Petani enggan meladang, penggembala enggan merumput. Kini, uluran tangan kita menjadi harapan bagi mereka.

Melihat persoalan ini, santri Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tergerak untuk ambil andil dalam memberikan solusi. Baksos (bakti sosial) yang rutin dilaksanakan tiap hari raya idul qurban, pada periode ini diadakan di enam titik di daerah rawan kekeringan di DIY.Ke enam titik itu adalah: Girisubo, Panggang dan Nglindur (Gunungkidul), Kalibawang dan Sentolo (Kulonprogo), dan Dlingo (Bantul). Baksos di laksanakan dari tanggal 22 – 25 September 2015.

Kebutuhan pokok andalan yang disumbangkan adalah air bersih. 133 tangki air bersih telah disalurkan di tiap titik rawan kekeringan itu. Selain air, panitia juga telah membagikan 806 paket sembako, pakaian layak pakai, seekor sapi, dan sembilan ekor kambing.Paket sembako yang berjumlah 806 dan 133 tangki air bersih tersebut merupakan hasil donasi guru, karyawan, dan wali santri Muallimin.  Dalam baksos ini, Mu’allimin menggandeng Lazismu, PUTM, KABAMMA 06, IKMAMMM, IPM, dan IKMMMMY.

baksos girisubo2Serangkaian kegiatan positif turut meramaikan baksos tahun ini. Panitia mendatangkan Ustadz Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. untuk memberi ceramah dalam acara tabligh akbar. Bahkan, usai shalat ied, pasar murah juga digelar bersamaan dengan pembagian sembako. Ketua panitia, Fatwa Bani Ma’ruf, mengatakan: “Untuk mengamalkan ajaran agama Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial, persoalan (kekeringan) ini membuat hati kami tergerak untuk menolong kepada sesama, khususnya kepada yang membutuhkan.” Fatwa adalah santri Mu’allimin kelas 5 jurusan MAK, setingkat kelas 2 SMA.

Sebagai pendamping dalam kegiatan kemasyarakatan ini, Dedik Fatkhul Anwar dan Sholehuddin, mengatakan: “Sebagai sekolah kader di bawah naungan PP Muhammadiyah, Mu’allimin menjadikan baksos ini sebagai agenda rutin tahunan. Selalu melibatkan santri sebagai panitia kegiatan dan dibantu para alumni. Alhamdulillah, acara diselenggarakan dengan baik dan lancar.”

Ucapan terimakasih disampaikan setulusnya oleh panitia kepada seluruh pihak yang turut membantu; Lazismu, PUTM, KABAMMA 06, IKMAMMM dan IKMMMMY. Termasuk kepada Bapak Sofyan dan Bapak Sudi Sutrisno (karyawan Muallimin) yang telah mengarahkan baksos di titik-titik yang membutuhkan bantuan, yaitu di Sentolo, Kulonprogo; juga Dlinggo, Bantul.

Selain untuk meringankan beban masyarakat, agenda positif seperti ini adalah bagian dari sistem pendidikan di Mu’allimin. Sebagai sekolah para calon pemimpin bangsa, umat, dan persyarikatan, Mu’allimin mengenalkan santri-santrinya pada persoalan kemasyarakatan secara langsung. Dalam hal ini, santri dituntut untuk turut memikirkan persoalan itu dan memberikan solusi terbaik dengan motto “sedikit bicara, banyak bekerja.” (E.T.S)

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru