Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

Kuliah Umum Busro Muqoddas di Mu’allimin

img_0032Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta baru saja mengadakan Stadium General bagi siswa kelas 6 (setingkat kelas 12) dengan pemateri Bapak M. Busyro Muqoddas pada Senin, (17/10.2016). Acara tersebut dilaksanakan di Aula Madrasah Mu’allimin dengan maksud menguatkan kembali siswa kelas 6 agar saat mendapat predikat alumni dapat menjadi kader yang militan, “Acara ini dilakukan untuk membangkitakan semangat siswa kelas 6 agar kelak bisa menjadi alumni yang militan.” Ujar Sidiq Oktavianto selaku pembawa acara.

Dalam ceramahnya, Ketua PP Muhammadiyah tersebut menyampaikan tentang Islam dan Isu Radikalisme yang sedang marak diperbincangkan oleh media. Menurutnya siswa Mu’allimin sebagai kader muhammadiyah harus bisa bersikap secara baik dalam melaksanakan dakwahnya, “Muhammadiyah tidak pernah mengajarkan kader-kadernya untuk menjadi radikal, bertindak brutal, dan menghalalkan segala cara dengan dalih menegakkan agama islam, islam itu agama rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi semuanya, tidak memandang dia kaya miskin islam kristen hindu dll.”  Tegasnya dalam acara yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Adapun acara tersebut adalah salah satu rangkaian untuk menghadirkan tokoh-tokoh kepada siswa Mu’allimin. Rencananya Madrasah Mu’allimin pun juga akan mengundang Bapak Sudirman Said dan Bapak Muhadjir Effendy yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, “Ini adalah salah satu upaya kita mengenalkan dan mendekatkan siswa Mu’allimin kepada tokoh-tokoh nasional, kedepannya pihak madrasah akan mengusahakan untuk mendatangkan beberapa tokoh lagi seperti Bapak Sudirman Said dan Bapak Muhadjir Effendy.” Ucap Ustadz Erik Tauvani Somae saat memberikan kata pengantar dalam acara tersebut.

Sebagai penutup, Bapak M. Busyro Muqoddas berpesan agar alumni Mu’allimin tidak hanya pintar namun juga dapat menjadi pemimpin yang cerdas dikemudian hari. “Siswa Mu’allimin dididik untuk menjadi pemimpin bukan orang pintar, karena untuk menjadi pemimpin jelas membutuhkan kepintaran, namun orang pintar belum tentu bisa menjadi pemimpin.” Ujar Mantan Ketua KPK tersebut saat menutup ceramahnya dalam acara yang dimoderatori oleh alumni Mu’allimin yang juga alumni Universitas Al-Azhar yakni Saudara Mus’ab.(lin)

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru