Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

KAMISAN ISTIMEWA BERSAMA USTADZ SHAMSI ALI

Islamophobia adalah kata yang tidak asing di telinga kita. Hal inilah yang menggugah hati seorang warga negara Indonesia yang ingin mengubah pola pikir masyarakat dunia khususnya Amerika.  Pria asal Bulukumba Sulawesi Selatan ini bernama Muhammad Shamsi Ali. Lahir di Bulukumba Sulawesi Selatan 5 Oktober 1967 yang lalu adalah seorang warga Indonesia yang pernah mengeyam pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqom Makassar selama 6 tahun . Setalah mengeyam pendidikan di pondok pesantren selama 6 tahun beliau melanjutkan studinya dengan beasiswa Rabithah Alam Islami di Universitas  Internasional Islamabad di Negara Pakistan.

Jenjang yang beliau ambil adalah Studi tengtang Tafsir dan melanjutkan jenjang master dengan jurusan perbandingan agama di Universitas yang sama. Beliau berkarir di Islamic Education Foundation di Jeddah Arab Saudi. Dan pindah ke New York tahun antara  1996 – 1997.

Madrasah Mu’allimin Muhamadiyah berkesempatan untuk mengundang Ustadz Shamsi Ali pada Forum Kamisan Istimewa guru dan karyawan madrasah. Beliau menceritakan sedikit tentang masalalu nya yang suka berkelahi karena culture pada masa muda beliau begitu indah.

Beliau menyampaikan bahwa perkembangan Islam di Amerika tidak bisa di halangi ataupun diganggu. Pertumbuhan jumlah mu’alaf setiap tahun ada puluhan ribu yang masuk Islam. Hal ini dikarenakan masyarakat yang cenderung memiliki rasa penasaran dengan kehidupan orang islam.

Ketidaktahuan masyarakat tentang Islam lah yang membuat awal mula istilah Islamophobia. Masyarakat yang belum mengetahui selalu berpandangan bahwa islam itu teroris, selalu menomorduakan perempuan, tidak ada kesetaraan gender. Hal inilah yang menggerakkan hati seorang Shamsi Ali untuk mengubah semua cara pandang masyarakat tentang Islam.

Banyak Faktor yang menyebabkan hal itu,salah satu nya karena ketidaktahuan tentang Islam. Beliau bercerita tentang bagaimana media itu berperan sangat besar tentang pemberitaan orang Islam. Bagaimana masyarakat muslim juga mempunyai faktor yang strategis untuk menyebarkan islam dengan bil – hikmah  bukan dengan harus memaksa dan lainnya.

Beliau menegaskan di akhir pembicaraannya , Islam bukan hanya kita sekedar Sholat di Masjid , berdakwah bicara dengan ribuan orang akan tetapi bagaimana kita juga menjadi Islam yang baik di luar masjid dengan perilaku yang di contohkan oleh Nabi Muhamad. Itu menjadi hal yang paling penting untuk kita berproses menjadi muslim yang baik.

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru