Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

The 1st International Forum on Dakwah and Islamic Education

Meneropong Srategi Dakwah dan Pendidikan Islam di Masa Depan

Satu Abad Madrasah Mu’allimin -Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta kembali menggelar rangkaian acaranya, setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Resepsi Milad Satu Abad Mu’allimin-Mu’allimaat pada hari Kamis (6/12) di Lapangan Tengah Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yoyakarta yang langsung dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, H. Ir. Joko Widodo. Di tempat yang sama, kali ini (7/12) diselenggarakan The 1st International Forum on Dakwah and Islamic Education.

Dengan tema “Dakwah and Islamic Education ; Challenges, Concept, and Policy”, acara ini diharapkan mendapatkan titik temu kesepakatan mengenai tantangan, konsep, dan kebijakan dari beberapa delegasinya, seperti Foundation of Education and Human Resources Develoment Thailand, Moslem Foudation Camboja, Moslem Foudation Laos, Islamic Center of Japan dan Moslem Student Association of Japan, Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Mosque Care Malaysia, Briget Bakti Malaysia, Science Girl School Malaysia, Naaim Lil Banaat Malaysia, International Islamic School of Malaysia (IISM), Fatih Sultan Mehmed International School Turkey, The Mosque and Imams National.Advisory Board (MINAB) Enited Kingdom, dan Private School Association of Khasmir India.

Dipimpin oleh Hafizhan Arhab Juswil (siswa Mu’allimin) dan Safira Qurrota A’yun (siswi Mu’allimaat) sebagai MC, event ini diawali dengan pertunjukan seni dari Tapak Suci Putera dan Putri Muhammadiyah dan Tarian dari Siswi Madrasah Mu’allimaat. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Iftah Lutfi Abriyan (siswa Mu’allimin) dan Annisa Aulia Fitri (siswi Mu’allimaat), dan dilanjutkan penyanyian lagu Indonesia Raya dan Sang Surya yang dipandu oleh Paduan Suara Mu’allimaat.

Dalam sambutannya, Agustyani Ernawati, S.Pd. selaku Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyampaikan, bahwa Kita sebagai umat islam harus mulai menyiapkan metode dakwah, karena zaman sekarang, dakwah tidak hanya dalam negeri saja, melainkan sampai ke kancah internasional. Dalam kesempatan lain, H. Aly Aulia, Lc., M.Hum. selaku Direktur Madrasah Mu’allimin menjelaskan, bahwasanya dakwah dan pendidikan merupakan dua mata uang yang terpisahkan. Berbagai isu dalam hal dakwah dan pendidikan yang sangat membutuhkan perhatian, khususnya terkait konsep dan penanganan kebijakan yang terstruktur dan masif. Dakwah dan pendidikan sejatinya harus disertai dengan pengamalan dalam praksis, seperti halnya spirit KHA. Dahlan ketika mengajari murid-muridnya tentang Surat Al-Ma’un. Maka dari itu tidak salah jika Muhammadiyah mampu mendirikan Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat agar berkontribusi dalam mewarnai kertas Pendidikan Indonesia.

Setelah Dr Habib Chirzin menyampaikan sambutan mewakili Badan Pembina Harian Madrasah Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, acara The 1st International Forum on Dakwah and Islamic Education ini dibuka dan Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., setelah sebelumnya beliau memberikan opening speech sebagai “National Board of Muhammadiyah”. Dalam pidato pembukanya, beliau menjelaskan mengawali dengan menguas ayat surah Ali Imran 104 terkait spirit dakwah amar makruf nahi mungkar dengan kemampuan penyampaian yang hikmah dan menggembirakan. Sebagai organisasi dakwah, Muhammadyah menjadikan pendidikan sebagai sarana pertama dan utama dalam menyiapkan penentu masa depan dunia Islam. Dalam kiprahnya di bangsa dan negara, Muhammadiyah telah banyak melahirkan tokoh bangsa.

Di sela-sela acara juga ditampilkan video profil Madrasah Mu’allimin dan Madrasah Mu’allimaat, dengan maksud agar lebih mengetahui serta menambah gambaran para delegasi dan hadirin dalam mengenal kedua sekolah kader tersebut. Sebelum jeda shalat Jum’ah, para hadirin dan delegasi dari berbagai negara dijamu makan siang terlebih dahulu sambil menikmati alunan music nasyid dari beberapa siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Setelah jeda istirahat, pukul 13.00 WIB dilaksanakan inti acara, yaitu Panel Speech and Discussion yang merupakan sesi pemresentasian dan diskusi dari berbagai negara mengenai dakwah dan edukasi islam selama 10 menit setiap negara. Dimoderatori oleh Ghufran Mustaqim, S.IP., sesi acara ini dapat menambah wawasan dan gambaran para hadirin mengenai kondisi dakwah dan Pendidikan islam di masing-masing negara.

Acara ini ditutup dengan recommendation and agreement  yang merupakan kesepakatan dari berbagai negara mengenai dakwah dan Pendidikan islam. Diadakannya International Forum ini melahirkan International Forum for Eduation (IFE) dalam rangka terjadinya hubungan antara madrasah (Mu’allimin dan Mu’allimaat-red) dengan negara-negara yang lebih dekat dan mengikat. Forum ini disepakati akan dilanjutkan pada Oktober 2019 di Kaymir, India sebagai host-nya tutur Solikhin sebagai Sekretaris Acara the 1st International Forum tersebut. Dalam acara ini hadir pula Dr. Agung Danarta, M.Ag. Sekertaris PP Muhammadiyah dan Ketua Badan Pembina Harian Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Masykuri, M.Ed. Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah serta perwakilan ormas dan instansi pedidikan di tingkat wilayah di DI Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru