Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

Sarasehan Pendidikan Milad ke 101 Tahun: Mu’allimin lahirkan ide besar untuk negeri

Yogya –  Madrasah Mu’allimin Muhamamdiyah Yogyakarta yang memasuki usia ke 101 tahun dinilai mampu melahirkan ide besaruntuk negeri. Terutama kemajemukan seperti yang diajarkan Muhammadiyah dalam hal akses pendidikan.

“Secara umum, tujuan yang ingin dicapai oleh amal pendidikan Muhammadiyah termasuk Mu’allimin adalah mengkonversi Islam menjadi muslim dan muslim menjadi Muhammadiyah. Namun tujuan utamanya adalah memuliakan manusia” Ungkap Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Munir Mulkhan dalam Sarasehan Pendidikan Milad 101 Mu’allimin melalui teleconference, senin (9/12).

Pembicara lain yang hadir dalam sarasehan ialah Prof Dr Anhar Gonggong, Dr Habib Chirzin, serta Ahmad Mu’arif S.Pd.I M.Pd.I.Sarasehan mengangkat tema Dari Mu’allimin untuk Bangsa. Menurut Abdul Munir Mulkhan, fakta yang terjadi di wilayah Papua dan NTT merupakan bukti nyata dari hal tersebut. Disana banyaklembaga pendidikan muhammadiyah yang peserta didiknya adalah non muslim. Tetapi mereka tidak meninggalkan agama aslinya, namun hormat dengan Muhammadiyah.

“Oleh karena itu, pendidikan di Muhammadiyah, di Mu’llimin, tidak hanya fokus pada upaya penguasaan ilmu pengetahuan semata, namum lebih dari itu harus berorientasi pada pendidikan akal budi dan ma’rifatullah”, paparnya.

Menyoal tentang peran serta tiga pahlawan nasional yang pernah menjadi Direktur Mu’allimin, yakni KH Ahmad Dahlan Direktur pertama Mu’allimin sekaligus pendiri Muhammadiyah, KH Mas Mansur, Prof Abdul Kahar Muzakkir, sejarawan indonesia Prof Ahnar Gonggong mengatakan fakta historis  menunjukan secara jelas bahwa tokoh yang membangun Indonesia adalah orang – orang terdidik dan tercerahkan. Tiga pimpinan Mu’allimin dimasa lalu itu adalah salah satu bukti riil kontribusi kaum terpelajar di Muhammadiyah dalam upaya membangun peradaban dan bangsa.

Namun diapun mengingatkan bahwa sejarah besar itu memiliki konsekuensi cukup berat utamanya bagi para alumni Mu’allimi.” Dengan adanya tiga pahlawan yang pernah menjadi direktur Mu’allimin tersebut, ada beban psikologis yang berat, yakni sampai sejauh mana para alumninya mampu meneladani nilai – nilai perjuangan besar yang telah pernah mereka lakukan,” tegasnya.

Senada dengan Anhar Gonggong, Dr H Habib Chirzin menegaskan Mu’allimin merupakan tempat berkumpulnya para pendidik dan pejuan. Usia 101 tahun bagi madrasah tertua di Indonesia dapat dijadikan sebagai tonggak sejarah penting bagi pendidikan Muhammadiyah, tidak hanya di Indonesia namun juga Asia Tenggara.

Hadir pula ditengah – tengah acara sarasehan Ibu Siti Jauharoh yang turut menceritakan keseharian dan teladan semasa Abdul Kahar Muzakkir masih berkiprah di masyarakat.

 (Info PPDB Mu’allimin 2020/2021:http://bit.ly/mualliminjogja)

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru